Minggu, 16 April 2017

Esesnsi Manusia Penderitaan - Manusia dan Keindahan - Manusia dan Pandangan Hidup Ilmu Budaya Dasar (IBD)

| ===================================|
|              Nama   : AHMAD SOFYAN                    |
|              Kelas   : 1IC04 (Mengulang-Nonkelas)      |
|              NPM   : 2B415859                                   |
|               Tugas  : Minggu ke-7                                |
|              MK      : Ilmu Budaya Dasar (IBD)            |
| Dosen  : Awan Jeminy Putra Entrieza, S.Psi., M.Psi.|
| ===================================|


Jelaskan esensi dari uraian sub Bab Manusia dan Penderitaan, Manusia dan Keindahan, serta Manusia dan Pandangan Hidup dalam Bab Ilmu Budaya Dasar (IBD) secara jelas menurut pendapat Anda!



MANUSIA DAN PENDERITAAN

A. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
          Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.

             Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Namun disisi lain penderitaan merupaka sebuah memori yang gelap sehingga memunculkan rasa sedih akan menahan sesuatu yang sangat bagi seseorang yang mengalami karena masalah seseorang selalu berbeda dan biasanya permasalah yang ada disesuaikan dengan orang tersebut ketika seseorang tidak bisa menahan saat itu seseorang merasakan penderitaan karena tidak bisa mengatasi.


B. Siksaan

           Siksaan dapat di artikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat sisksaan yang di alami seseorang, timbulah penderitaan. Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang di alami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, manfitnah, mencuri, makan harta anak yatim dan sebagainya.
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan,kesepian dan ketakutan.
          Kebimbangan di alami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan di ambil.
         Kesepian di alami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
             Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.
Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain :

  • Claustrophobia dan Agoraphobia
             Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup, Agoraphobia adalah ketakutan yang di sebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
  • Gamang
             Merupakan ketakutan bila seseorang di tempat yang tinggi, Hal ini di sebabkan karena ia takut akibat berada pada tempat yang tinggi.
  • Kegelapan
             Merupakan suatu ketakutan sesseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
  • Kesakitan
             Merupakan ketakutan yang di sebabkan oleh rasa sakit yang di alami.
  • Kegagalan
             Merupakan ketakutan dari seseorang di sebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.


C. Pengaruh Penderitaan

           Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam macam dan sikap dalam dirinya, sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative.
               Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Apabila dikelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan. Maka penderitaan manusia dapat dibagi sebagai berikut :

  • Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
             Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadiderita. Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia. Kesadaran itu baru timbul setelah musibah yang membuat manusia menderita.

  • Penderitaan yang timbul akibat penyakit,siksaan/azab Tuhan
          Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit/siksaaan/azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, & optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.



____
________________
____________________________
________________________________________
____________________________
________________
____





MANUSIA DAN KEINDAHAN

A. Pengertian Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala jenis seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, suara, warna dan sebagainya.
   Keindahan adalah identik dengan kebenaran.keindahan kebenaran dan keberadaan adalah keindahan.keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu berubah.
Keindahan juga bersifat universal artinya tidak terlihat oleh selera perseorangan,waktu dan tempat selera mode,kedaerahan atau lokal.

         Di samping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :

  1. Keindahan dalam arti yang luas
  2. Keindahan dalam arti estetis murni
  3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
          Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

  • Keindahan  seni
  • Keindahan alam
  • Keindahan moral
  • Keindahan intelektual

B. Renungan

         Renungan berasal dari kata renung :artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam, Renungan adalah hasil merenung dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologi.

  • Teori Pengungkapan
         Dalil dari teori ialah bahwa “Art is an expression of human felling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang di alami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
        Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan pelbagai gerak,garis,warna,suara dan bentuk yang di ungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.

  • Teori Metafisik
          Teori seni yang bercorak metafisis merupakan saah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Ploto yang karya-karya tulisannya untuk sebagai membahas estetik filsafati,konsepsi keindahan dan teori seni.
           Dalam jaman modern suatu teori seni lainnya yang juga bercorak metafisis di kemukakan oleh filsuf Athur Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau seni dalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita, dan realita yang sejati adalah suatu keinginan (will) yang sementara.
            Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.

  • Teori Psikologis

        Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak di atas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau ebstrak dan spekulatif.
        Suatu teori lain tentang sumber seni dalah teori permainan yang di kembangkan oleh Freedrik Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903) Menurut Schiller asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang.
        Sebuah teori lagi dapat di masukan dalam teori psikologis ialah teori penandaan (signification Theory) yang memandang seni sebagai suatu lambing atau tanda dari perasaan manusia.


C. Kekerasan

       Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mendukung unsur perpaduan,pertentangan,ukuran dan seimbang.




____
________________
____________________________
________________________________________
____________________________
________________
____






MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


A. Pengertian Pandangan Hidup

      Setiap manusia mempunyai pandangan hidup.Pandangan hidup itu bersifat kondrati karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup.
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang di jadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
     Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya.Akan tetapi pandangan hidup dapat di klasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang di sesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandagan hidup yang relative kebenarannya.
   Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur  yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan.


B. Cita-Cita
   
      Menurut kamus umum bahasa Indonesia,yang di sebut cita-cita adalah keinginan harapan,tujuan yang selalu ada dalam pikiran.Baik keinginan,harapan,maupun tujuan merupakan apa yang selalu di peroleh seseorang pada masa mendatang.Ada tiga faktor yang mempengaruhi seseorang dalam mencapai apa yang dicita-citakan yaitu :
  1. Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya.Ada orang yang tidak berkemauan, sehingga apa yang dicita-citakan hanya merupakan khayalan saja.
  2. Faktor kondisi  yang mempengaruhi tercapainya cita-cita.pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat.
  3. Faktor tingginya cita-cita  yang merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita.memang ada anjuran agar seseorang menggantungkan cita-citanya setinggi bintang di langit.ttetapi bagaimana faktor manusianya,mampukah yang bersangkutan mencapainya,demikian juga faktor kondisi nya memungkinkan hal itu.

C. Kebajikan

         Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik,karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.


D. Usaha/Perjuangan

       Adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap Manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. sebagian kehidupan manusia adalah perjuangan. Perjuangan untuk hidup merupakan kodrat manusia. Tanpa perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Kerja keras dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun tenaga/jasmani atau dengan keduanya. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan itulah tingkat kemakmuran manusia berbeda-beda.


E. Keyakinan/Kepercayaan

      Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pendangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalism, aliran intelektual dan aliran gabungan.
  • Aliran Naturalisme
        Hidup manusia itu di hubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natural,dan itu dari Tuhan,Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan natur itulah yang tertinggi,Tuhan menciptakan lam semesta lengkap dengan hukum-hukumnya, secara mutlak di kuasai Tuhan.
Bagi yang percaya Tuhan,Tuhan itulah kekuasaan tertinggi, Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan, Kareana itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama Ajaran agama itu ada dua macam :
  1. Ajaran agama dogmatis, yang di sampaikan oleh Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran agama yang dogmatis bersifat mutlak (absolute), terhadap dalam kitab suci Al-Quran dan hadist sifatnya tetap tidak berubah-ubah.
  2. Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia, sifatnya relatif (terbatas) Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama termasuk kebudayaan, terdapat dalam buku-buku agama yang di tulis oleh pemuka-pemuka agama, sifatnya dapat berubah-ubah sesuai perkembangan jaman.
  • Aliran Intelektual
        Dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berfikir mana yang benar menurut akal itulah yang baik. walaupun bertentangan dengan kekuatan hati manusia, Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat di capai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi. Teknologi adalah alat bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknolgi member akibat yang bertentangan dengan hati nurani.
          Akal berasala dari bahasa Arab artinya kalbu, yang berpusat di hati,sehingga timbul istilah “hati nurani” artinya daya rasa.
  • Aliran Gabungan
       Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah desar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu di nilai dengan akal baik sebagai logika berfikir maupun sebagai rasa (hati nurani), jadi, apa yang benar menurut logika berfikir juga dapat di terima oleh hati nurani.


F. Langkah - Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik

    Manusia pasti mempunyai pandangan hidup malau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
      Akan tetapi yang terpenting kita harus mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik.Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
  • Mengenal.
        Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada.dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun kebumi.
  • Mengerti
      Tahan kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti, mengerti di sini di maksudkan mengerti pandangan pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada pancasila kita hendaknya mengerti apa pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara, begitu juga bagai yang berpandangan hidup pada agama islam.
  • Menghayati
         Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup. Menghayati di sini dapat di ibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.
  • Meyakini
      Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan maupun di tinjau  dari segi kemasyarakatan maupun Negara dan dari kehidupan di akhirat, maka hendaknya  kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati. Meyakini ini marupakan suatu hal  untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga mencapai suatu tujuan hidupnya.
  • Mengabdi
       Pengabdian merupakan sesuatu yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah di benarkan dan di terima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya, Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat di rasakan oleh pribadi kita sendiri.Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa hidup dan sesudah meniggal yaitu di alam akhirat.
       Jadi jika kita sudah mengenal, mengerti, menghayati dan meyakini pandangan hidup ini, maka selayaknya di sertai dengan pengabdian,Dan pengabdian hambatan,tantangan dan sebagainya.

  • Mengamankan

Proses  mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.

Minggu, 02 April 2017

Pokok Bahasan Ilmu Budaya Dasar (IBD) dalam Seni Sastra-Tari-Musik-Rupa


| ===================================|
|              Nama   : AHMAD SOFYAN                    |
|              Kelas   : 1IC04 (Mengulang-Nonkelas)      |
|              NPM   : 2B415859                                   |
|              Tugas   : Minggu ke-5                               |
|              MK     : Ilmu Budaya Dasar (IBD)             |
| Dosen  : Awan Jeminy Putra Entrieza, S.Psi., M.Psi.|
| ===================================|

Buatlah tabel mengenai pokok bahasan yang dikembangkan dalam IBD dengan menggolongkannya menurut seni-seni yang terkandung di dalamnya (Seni Sastra: puisi, drama, prosa; Seni Tari; Seni Musik; Seni Rupa: Seni lukis, seni patung)! 


Topik
Pengetahuan Budaya
Seni Sastra
Seni Tari
Seni Musik
Seni Rupa
Puisi
Drama
Prosa
Seni Lukis
Seni Patung
Manusia dan Cinta Kasih







Manusia dan Keindahan







Manusida dan Penderitaan







Manusia dan pandangan hidup







Manusia dan Tanggung jawab serta Pengabdiannya







Manusia dan Kegelisahan







Manusia dan Harapan









1.    Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan.
2.    Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’.
3.    Humanities berasal dari bahasa latin yang artinya manusiawi, berbudaya dan halus (fefined) =santun  dsb…
4.    Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat . Keahlian ini dapat terbagi dalam bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain.
5.    “Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.”
6.    Keindahan adalah salah satu jenis nilai, seperti nilai moral, pendidikkan dll, karena kualitaas keindahan akan memberikan pengaruh positif terhadap emosi dan moral manusia, keindahan juga dapat berupa suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu. Secara sederhana keindahan adalah sesuatu yang memberi kesenangan.
7.    Menurut The Liang Gie keindahan dibedakan menjadi tiga yaitu :
·    Indah dalam arti luas
·    Indah dalam arti estetika murni
·    Indah dalam arti terbatas pada penglihatan
8.    Para filosof mengatakan kesenian mempunyai gejala yang lebih konkret dari keindahan, maka pernyataan bahwa segala sesuatu yang indah adalah seni dan seni adalah keindahan, tidak selalu benar.
9.    Para ahli merumuskan beberapa definisi sebagai berikut :
·  Leo Tolstoy (Rusia)
Dalam bahasa Rusia, keindahan adalah krasota artinya sesuatu yang mendatangkan rasa senang bagi yang melihat dengan mata.
·         Sulzer
Keindahan itu hanya untuk yang baik, Jika belum baik, sesuatu belum dapat dikatakan indah. Keindahan harus memupuk perasaan moral.
·         Winchelmann
Keindahan itu dapat terlepaas sama sekali dai dai kebaikan.
·         Shaftesbury (Jerman)
Yang indah itu adalah yang memiliki  proporsi yang harmonis. Karena yang mempunyai poporsi  yang harmonis itu nyata, maka keindahan dapat disamakan dengan kebaikan. Yang indah adalah yang nyata dan yang nyata adalah yang nyata yang baik.
·         Humo (Inggris)
Keindahan adalah sesuatu yang menyebabkan atau mendatangkan rasa senang.
·         Hemsterhuis (Belanda)
Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang dan yang dalam waktu yang sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengamatan yang menyenangkan.
·         Emmanuel Kant
a)   Yang subjektif, Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan dan tanpa di sangkut-paut dengan kegunaan praktis, tetapi mendatangkan rasa senang.
b)   Yang Objektif mendatangkan keserasian dari suatu objek terhadap tujuan yang dikandungnya sejauh objek inii tida ditinjau dai segi gunanya.
·         Al-Ghazali
Keindahan suatu  benda teletak dari kesempurnaan, yang dapat dikenali, kembali dan sesuai dengan sifat benda itu. Setiap benda memiliki karakteristik yang perfeksi.
·      Herbert Read
Keindahan dipandang sebagai gejala-gejala yang tidak tetap sifatnya.
·      Sarpetreit
Perasaan  dan keindahan gejala yang tetap sifatnya, sehingga manifestasinya juga tidak tetap wujudnya.
10.    Seni adalah suatu usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan atau intisari dari kreatifitas manusia.
11.    Seni tidak selalu identik dengan keindahan, ada beberapa kategori yang membedakan keduanya, seni banyak terjadi pada karya-karya manusia dan tidak semuanya menghasilkan keindahan (keindahan yang diciptakan manusiaa), sedangkan keindahan adalah suatu bentuk yang dapat kita peroleh dari manapun tanpa melalui seni (natural), misalnya pegunungan, pantai, danau dan lain-lain yang secara langsung dapat kita saksikan dengan penglihatan, tanpa harus melalui campur tangan manusia. Dan akan menciptakan sebuah seni jika pegunungan, danau, dan pantai tersebut dibuat sebuah lukisan, film, video dll.
12.    Karya seni tidak semua indah dan tidak harus indah, seperti bentuk sebahagian karya seni rupa yang se-moden masa kini banyak yang tidak lagi di abstrakkan atau dilapisi dengan cahaya keindahan bahkan ditonjolkan secara bllak-blakan, kasar, dan serba menantang.
13.    Sifat umun yang dewasa ini sering tampak dalam kesenian barat ialah usaha untuk menimbulkan efek shock pada masyarakat , seniman dsb. Baik dalam seni satra, drama, pahat dan film. Suasana yang keabu-abuan yang meliputi banyak karya seni kontemporer yang ditonjolkan tanpa emosi dan secara faktual saja.
14.    Sebelum perang Dunia ke II dosa masih diperlihatkan sebagai sesuatu yang memang dilarang, tapi tetap terjadi segi-segi keindahan didalamnya.
15.    Nilai-nilai keindahan pada seni seakan punah dengan berjalannya waktu bahkan menjadi sesuatu yang menjemukkan dan ditonjolkan kejelekannya dengan sengaja dijauhkan dari segala sesuatu yang indah, misal film di televisi yang dianggap film remaja atau dewasa “Love in paris” yang didalamnya terjadi adegan-adegan omantis dan merayu kepada non-mukhim yang belum halal untuk disentuhnya,  dan itu haram.
16.    Keindahan mempunyai beberapa sifat yaitu sbb:
· Keindahan itu kebenaran  (natural)
· Keindahan itu abadi,
· Keindahan mempunyai daya tarik
· Keindahan itu universal
· Keindahan itu wajar
· Keindahan itu   kenikmatan=kesenangan yang memberikan kepuasan
· Keindahan itu  kebiasaan
17.    Estetika adalah nilai dari sebuah keindahan atau teori tentang keindahan dan seni
18.    Nilai estetik mempunyai beberapa pembedaan yaitu :
· Nilaai subjektif
·  Nilai objektif

· Nilai perseorangan
· Nilai kemasyarakatan
· Nilai intrinsic
· Nilai ekstrinsik
19.    Keindahan akan menimbulkan perasaan estetik atau selera seni dan selera biasa, terjadi karena didukung oleh factor kontemplasi  daaan ekstasi.
20.    Kontemplaasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah (dilakukan dengan hati).
21.    Ekstasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, meraasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
22.    Dalam seni terdapat berbagai jenis teori yaitu teori pengungkapan dan teori metafisis..
23.    Teori pengungkapan adalah suatu inspirasi yang dirangkum dari berbagai pengalaman dan diungkapkan sehingga menghasilkan bentuk seni.
24.    Teori metafisik adalah teori tertua yakni berasal dari plato, yang karya tulisnya membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan, dan teori seni, konsepsi di dalamnya yaitu tentang ide-ide yang abstrak.
25.    Contoh jenis sastra yang menjadi karya seni/keindahan sebagai penyaluran ekspresi antara lain adalah : Novel, Cerita/cerpen (tertulis/lisan), Syair, pantun, Sandiwara/drama, Lukisan/kaligrafi, dan lain-lain
26.    Selain penyalur bakat dan ekpresi seni seorang manusia, sastra juga berfungsi sebagai suatu teknik berkomunikasi antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. seperti tradisi budaya Betawi yang mewajibkan untuk berpantun sebagai kata sambutan antar mempelai disaat mereka menikah.
27.    Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa adalah surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.
28.    Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang"
29.     Jenis tulisan prosa digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide.
30.    prosa dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru.
31.    prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
32.    Nilai-nilai yang terdapat dalam prosa fiksi adalah memberikan kesenangan, memberikan informasi, memberikan warisan cultural, dan memberikan keseimbangan wawasan.
33.    Ilmu budaya dasar yang menciptakan keindahan dan menumbuhkan emosional salah satunya yaitu syair lagu dan puisi.


REFERENSI

Muchji, N. Widyo, 1996.Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: Universsitas Gunadarma

M. Setiadi, Elly, Dr.M.Si. dkk, 2005. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Bandung: Kencana Prenada Media Group.

http://arti-definisi-pengertian.info/pokok-bahasan-ilmu-budaya-dasar/
http://www.academia.edu/12284929/Latar_Belakang_Ruang_lingkup_ilmu_budaya_Dasar
http://www.anneahira.com/ilmu-ilmu-budaya-dasar.htm
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya\

Minggu, 26 Maret 2017

Ruang Lingkup Tema dan Pokok Bahasan ilmu Budaya Dasar (IBD)

| ===================================|
|              Nama   : AHMAD SOFYAN                    |
|              Kelas   : 1IC04 (Mengulang-Nonkelas)      |
|              NPM   : 2B415859                                   |
|              Tugas   : Minggu ke-4                               |
|              MK     : Ilmu Budaya Dasar (IBD)             |
| Dosen  : Awan Jeminy Putra Entrieza, S.Psi., M.Psi.|
| ===================================|

          Terdapat dua masalah pokok yang digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok itu adalah :
  • Aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang)berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
  • Hakekat manusia yang satu (universal), namun banyak perbedaan- perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam, dimana terwujud dalam berbagai bentuk ekspresi seperti: ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
          Dari kedua masalah pokok yang dapat dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tersebut di atas, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak sebagai subyek akan tetapi sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi tema sentral dalam Ilmu Budaya Dasar.

Pokok – Pokok Bahasan Ilmu Budaya Dasar:
  1. Manusia dan cinta kasih
  2. Manusia dan keindahan
  3. Manusia dan penderitaan
  4. Manusia dan keadilan
  5. Manusia dan pandangan hidup
  6. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
  7. Manusia dan kegelisahan
  8. Manusia dan harapan

1. Manusia dan Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh betas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh betas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ichlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri. Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya. 
Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan kehamionisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Al-Qur'an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak bcrlebih-lebihan dalam mencintai diri sendiri.


2. Manusia dan Keindahan

Keindahan itu adalah definisi yang menjadi sangat valid bila dan hanya bila terkait kepada sesuatu yang kita tidak miliki, Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru bisa dikomunikasikan setelah mempunyai bentuk yang kongkrit.
Keindahan berasal dari kata indah, yang artinya bagus, permai, cantik, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, peralatan rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.

Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:

          a. Keindahan dalam arti luas.
             Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Jadi pengertian keindahan dalam arti luas bisa dibagi lagi menjadi :
  • Keindahan Seni : keindahan yang berhubungan dengan hasil karya manusia contoh: guci, lukisan dan ukiran
  • Keindahan Alam: keindahan alam berasal Tuhan manusia tidak dapat membuat keindahan alam manusia hanya dapat menjaga keindahan alam agar tetap tarjaga contoh:air terjun,perbukitan,dan pegunungan
  • Keindahan Moral : keindahan yang berhubungan dengan sikap dan kesopanan dalam berprilaku sesorang
  • Keindahan Intelektual.: keindahan yang berhubungan dengan pola dan cara berfikir seseorang dalam menyikapi suatu masalah
          b. Keindahan dalam arti estetik murni
         Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.

          c. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
           Keindahan dalam arti lebih sempit bisa diartikan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat dilihat dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata.

Pengelompokan-pengelompokan keindahan adalah sebagai berikut:

          a. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya.
            Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan•kebutuhan pribadi si penghayat.
          b. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada cakupannya.
           Dalam pengelmpokan pengertaian keindahan membedakan keindahan berdasarkan cakupannya yaitu antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah benda tertentu yang memang indah.

         c. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.
             Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.

Alasan Manusia Mencipta Keindahan
        Keindahan itu pada dasamya terbentuk secara alamiah. Semua Alam itu diciptakan oleh Tuhan. Maka dapat diambil kesimpulam bahwa smua keindahan yang dapat kita nikmati selama ini adalah  ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang.
Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

Hubungan manusia dan keindahan
Manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.



3. Manusia dan Penderitaan

Penderitaan adalah sebuah kata yang sangat dijauhi dan paling tidak disenangi oleh siapapun. Berbicara tentang penderitaan ternyata penderitaan tersebut berasal dari dalam dan luar diri manusia. Biasanya orang menyebut dengan factor internal dan faktor eksternal.
Factor – factor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah factor internal dan faktor eksternal. Eksternal datangnya dari luar diri manusia. Factor ini dapat dibedakan atas dua macam; yaitu eksternal murni dan tak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar – benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan. Penderitaan itu tidak bukan merupakan akibat ulah manusia yang bersangkutan. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif.
Penderitaan berasal dari  kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.

Penderitaan Sebuah Fenomena Universal
Penderitaan, memang tak hanya terjadi lantaran perang ataupun tingkah manusia agresif lainnya. Banyak hal yang sebenarnya yang bisa menjadi penderitaan manusia, bencana alam, musibah atau kecelakaan, penindasan, perbudakan, kemiskinan dan lain sebagainya. Selain itu penderitaan boleh juga dibilang sebagai fenomena yang universal.
Penderitaan tidak mengenal ruang dan waktu. Ini berarti bahwa penderitaan tidak hanya dialami oleh manusia di zaman ini, dimana kebutuhan dan tuntutan hidup semakin meningkat yang pada instansi berikut bisa menimbullkan penderitaan bagi yang tidak mampu memenuhinya.



4. Manusia dan Keadilan

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. 
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu : aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.

Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan



5. Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan Hidup adalah suatu pedoman atau petunjuk hidup  yang  dipakai manusia berdasarkan pada pengalaman hidupnya.

Langkah-Langkah Berpandangan Hidup Yang Lebih Baik
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Akan tetapi yang terpenting, kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu ialah: mengenal, mengerti, menghayati, meyakini, mengabdi, mengamankan.
          Pandangan Hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya, yaitu:
  • Pandangan hidup yang berasal dari agama
  • Pandangan hidup yang berupa Ideologi
  • Pandangan hidup yng berupa renungan
Cita – Cita
Cita – cita adalah keinginan, harapan, tujuan, yang selalu ada dalam pikiran. Cita – cita merupakan pandangan masa depan dan pandangan hidup dimasa yang akan datang. Ada beberapa  faktor yang  dapat menentukan seseorang dapat atau tidak mencapai cita – citanya, yaitu:
  • Manusianya yang memiliki cita – cita
  • Kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita – citakan
  • Seberapa tinggi cita – cita yang hendak dicapai
  • Usaha manusia itu untuk mengejar cita-citanya
  • Berdoa kpada Allah swt agar cita-citanya bisa tercapai
Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang percumah untuk menghayal yang tidak-tidak.
Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail, berlebihan dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan bahkan dia terkena gngguan jiwa.
Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. lagi pula orang yang paling  baik bukanlah orang yang memiliki cita-cita tetapi “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang  paling banyak manfaat bagi orang lain” {H.R. Bukhari}. 



6. Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian

Tanggungjawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggungjawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggungjawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangungjawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban untuk mengumpulkan tugas yang diberikan dosen. Bila mengumpulkan tugas, maka hal itu berarti mahasiswa tersebut telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya.

Macan-macam jenis tanggungjawab:
  • Tanggung jawab terhadap diri sendiri contoh: menjaga tingkah laku dan menjaga kehormatan diri atau keamanan diri sendiri terutama pada saat kita berada dluar lingkungan keluarga
  • Tanggung jawab terhadap keluarga contoh: kita sebagai anak harus memiliki tanggungjawab untuk tetap menjaga nama keluarga kita dimana pun kita berada
  • Tanggung jawab terhadap Tuhan contoh: bagi umat muslim melaksanakan rukun iman dan rukun islam
  • Tanggung jawab terhadap bangsa contoh: menjalankan Bela Negara, membayar pajak
  • Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.


7. Manusia dan Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakuatan. Menurut Sigmund Freud, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (objektif), kecemasan  neorotik dan kecemasan moril.
Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi.

Cara – cara Mengatasi Kegelisahan

  • Memerlukan sedikit pemikiran yaitu,pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang palingburuk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.
  • Kita bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita.
  • Bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi  kegelisahan tersebut Keterasingan. Terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.

Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau langgang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau langgang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup dari manusia.
Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat berkosentrasi. Ketidak kosentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.

Usaha-Usaha Penyembuhan Ketidakpastian
Orang-orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Bisa juga melalui psikolog. Jadi yang menyembuhkan masyarakat sekitarnya dan dirinya sendiri.



8. Manusia dan Harapan

Harapan yang dibuat oleh hati Anda adalah impian Anda. Sedangkan harapan yang dibuat oleh pikiran Anda adalah rencana Anda. Dengannya, Anda tidak mungkin melihat jalan-jalan menuju ke tempat-tempat yang baik, bila hati Anda kosong dari harapan.
Harapan yang dalam adalah pembentuk kerendahan hati yang mudah menerima yang kecil dan yang sederhana – sebagai syarat bagi pencapaian yang besar dan yang sulit.
Harapan yang tinggi adalah pembentuk kesungguhan hati untuk menggunakan semua kekuatan dari keberadaan Anda – untuk mencapai yang tertinggi dari yang mungkin Anda capai.
Setiap manusia di dunia pasti mempunyai harapan, manusia yang tampa harapan berarti manusia tersebut mati dalam hidup orang yang akan meninggal pun mempunyai harapan biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya
Harapan harus berdasarkan kepercayaan baik kepercayaan terhadap diri sendiri maupun kepercayaan kepada Tuhan YME. Agar harapan kita terwujud maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh manusia wajib berdoa.Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan. Ada beberapa dorongan berbagai kepercayaan dan usaha untuk meningkatkan harapan di antara lainnya:
  • Kepercayaan terhadap diri sendiri
  • Kepercayan kepada orang lain
  • Kepercayan terhadap pemerintah
  • Kepercayaan kepada Tuhan
Dari kepercayaan-kepercayaan kita dapat mendorong agar kita terus semngat untuk menjelani hidup kita. Dari kepercayaan-kepercayaan akan timbul harapan-harapan agar kita tidak ada henti-hentinya trus berharap dan berusaha juga Berdoa kepada Tuhan YME, agar keinginan yang kita inginkan terkabul.
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan dapat dibedakan atas: kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain, kepercayaan kepada pemerintah, kepercayaan kepada Tuhan.


REFERENSI

Muchji, N. Widyo, 1996.Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: Universsitas Gunadarma

M. Setiadi, Elly, Dr.M.Si. dkk, 2005. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Bandung: Kencana Prenada Media Group.



http://arti-definisi-pengertian.info/pokok-bahasan-ilmu-budaya-dasar/
http://www.academia.edu/12284929/Latar_Belakang_Ruang_lingkup_ilmu_budaya_Dasar
http://www.anneahira.com/ilmu-ilmu-budaya-dasar.htm
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya\

Senin, 20 Maret 2017

Ilmu Pengetahuan menurut Prof. Dr. Harsya Bactiar - IBD

| ===================================|
|              Nama   : AHMAD SOFYAN                    |
|              Kelas : 1IC04 (Mengulang-Nonkelas)      |
|              NPM  : 2B415859                                   |
|              Tugas : Minggu ke-3                                |
|              MK     : Ilmu Budaya Dasar (IBD)             |
| Dosen  : Awan Jeminy Putra Entrieza, S.Psi., M.Psi.|
| ===================================|




             Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar (lahir di Bandung, 3 Mei 1934 – meninggal di Jakarta, 18 Desember 1995 pada umur 61 tahun) adalah seorang pengajar, ahli ilmu kepolisian dan ahli sejarah Indonesia. Ia merupakan Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia dan juga Dekan PTIK (Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian) dari tahun 1980-1987.          

           

                Untuk mengetahui ilmu budaya dasar sebagai kelompok ilmu penetahuan, Prof Dr. Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :


1. Ilmu-ilmu Alamiah ( Natural Scinces )
              
              Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.


2. Ilmu-ilmu Sosial ( Social Scinces )

           Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dan sebagainya.


3. Pengetahuan Budaya ( The Humanities )

             Pengetahuan Budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

          Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik dan lain-lain. Sedangkan ilmu budaya dasar (basic humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.


REFERENSI

Muchji, N. Widyo, 1996.Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: Universsitas Gunadarma

M. Setiadi, Elly, Dr.M.Si. dkk, 2005. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Bandung: Kencana Prenada Media Group.



https://www.scribd.com/doc/4551970/Prof-Dr-Harsja-Bachtiar 
http://slideplayer.info/slide/3124285/
http://adit.ilearning.me/2013/03/26/kebudayaan-indonesia/
http://arti-definisi-pengertian.info/pokok-bahasan-ilmu-budaya-dasar/
http://www.anneahira.com/ilmu-ilmu-budaya-dasar.htm
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya\